Tuesday, 17 November 2015

Kisah Abdul Kalam


Avul Pakir Jainulabdeen Abdul Kalam atau yang biasanya disebut dengan APJ Abdul Kalam merupakan seorang insinyur,profesor, sekaligus Presiden India ke 11 dari tahun 2002 hingga tahun 2007.Lahir pada tanggal 15 Oktober 1931 di Rameswaram di Tamil Nadu.

Kalam berasal dari keluarga miskin yang membuatnya harus mulai bekerja pada usia dini,Dimasa kecil dirinya membantu ayahnya untuk mengantar pesanan kertas pada pelanggan. Kalam dikenal sebagai anak yang cerdas dan selalu bekerja keras. Dia memiliki keinginan yang kuat untuk belajar. 
Kalam kuliah di Sekolah Tinggi Santo Yusuf, Tiruchirappalli mana,lulus dalam ilmu fisika pada tahun 1954. dan tahun 1955  belajar teknik penerbangan di Madras Institute of Technology. Disinilah, kepiawaian Kalam dalam hal teknik penerbangan mulai terasah. Setelah menyelesaikan kuliahnya, dia bekerja sebagai seorang insinyur kedirgantaraan Badan Pertahanan Penelitian dan Pengembangan Organisasi (DRDO) dan Indian Space Research Organisation (ISRO).



Sebagai seorang insinyur, Kalam memberikan sebuah kontribusi signifikan untuk mengembangkan satelit pertama India Launch Vehicle (SLV-III). Kalam bertanggung jawab atas pengembangkan Indigenous Guided Missiles di Defence Research and Development Organisation sebagai Kepala Eksekutif Integrated Guided Missile Development Programme (IGMDP).



Kalam menjabat sebagai Penasehat Ilmiah untuk Menteri Pertahanan, Penelitian dan Pengembangan bulan Juli 1992 sampai Desember 1999. Selama periode ini, Kalam bekerja sama dengan Departemen Energi Atom menjadikan India memiliki senjata nuklir.

Tahun 2002, Kalam terpilih untuk menjadi presiden India. Selama menjabat sebagai Presiden, APJ Abdul Kalam dikenal sebagai Presiden Rakyat. Pada akhir masa jabatannya, pada tanggal 20 Juni 2007.

 Kalam menjadi salah satu ilmuwan paling terkenal di India. Menerima gelar doktor kehormatan dari 30 universitas dan lembaga lainnya. Dia juga telah dianugerahi penghargaan sipil tertinggi yakni Padma Bhushan (1981) dan Padma Vibhushan (1990) dan Bharat Ratna (1997).