Saturday, 27 July 2013

Tetap Rendah Hati dan Terus Mengukir Prestasi




Umar bin Khtttab merupakan sahabat rasullulah SAW yang mengemban amanah menjadi khalifah kedua setelah wafatnya Abu Bakar As-Sidiq. Lahir di Mekah dari kaum Bani Adi, yang masih serumpun dengan suku Quraisy dengan nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza.

Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah,  tumbuh menjadi pemuda yang disegani dan ditakuti pada masa itu.Umar bisa membaca dan menulis. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat.

Umar dijuluki “Singa Padang Pasir” karena wataknya yang keras. Ia juga amat keras dalam membela agama tradisional bangsa Arab serta menjaga adat-istiadat mereka. Bahkan putrinya dikubur hidup-hidup demi menjaga kehormatan Umar.

Disaat Umar bermaksud membunuh Rasullulah Muhammad SAW. dirinya berpapasan dengan Nu’aim bin Abdullah yang memberi tahu Umar bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya.Umar memeluk Islam ketika mendengar bacaan Al-Qur'an saudaranya.

Umar terlibat perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria.Setelah wafatnya Rasullullah Saw. Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar menjadi penasehat Abubakar. Kemudian setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, atas wasiat Abu Bakar Umar ditunjuk menggantikannya dan disetujui oleh seluruh perwakilan muslim saat itu.

Selama masa jabatannya, khalifah Umar amat disegani dan ditakuti negara-negara lain. Kekuatan Islam maju pesat, mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).

Umar dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana. Pada tahun ke 17 Hijriah, tahun keempat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam mulai dihitung saat peristiwa hijrah.Umar syahid 25 Dzulhijjah 23 H. ditikam oleh Abu Lukluk, seorang budak Persia yang dendam atas kekalahan Persia terhadap Islam.

Artigos Relacionados

0 comments:

Post a Comment